Jumat, 17 Februari 2017

CERPEN PENJUAL KORAN

KISAH SEORANG PENJUAL KORAN
                                                                                                                              
            Di sebelah timur, matahari belum nampak. Udara pagi hari terasa dingin. Alam pun masih diselimuti oleh embun pagi. Seorang anak mengayuh sepedanya di tengah jalan yang masih lengang. Siapakah gerangan anak itu? Ia adalah seorang penjual koran, yang bernama Adam, Adam adalah anak perempuan yang tinggal di panti asuhan dan ia sekarang berumur 14 dan bersekolah di SMP Harapan.
Menjelang pukul lima pagi, ia telah sampai ditempat agen koran dari beberapa penerbit “Ambil berapa Adam?” tanya bang Kai. “biasa aja bang” jawab Adam. Abang Kai menggambil koran dan majalah yang biasa dibawa Adam untuk langganannya. Setelah selesai Adim pun berangkat.
Ia mendatangi pelanggannya setiap harinya. Dari satu rumah kerumah lainnya. Begitulah pekerjaan Adam setiap paginya. Menyampaikan koran dan majalah kepada para pelanggannya adalah pekerjaan yang menyenangkan, dan penuh rasa gembira juga ikhlas saat melakukannya.
Ketika ia sedang memacu sepedanya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah benda. Benda tersebut adalah sebuah kardus yang berwarna hitam. Adam pun berhenti dan menghampiri kardus itu “benda apa itu?” tanya Adam di dalam hatinya. Walaupun Adim sangat takut dengan isi kardus itu “kalau isinya bom bagaimana?” kata Adam di dalam hati, tetapi ia memberanikan diri untuk membukanya dan ketika ia membuka kardus itu ia pun terkejut dengan isi kardus itu yang isinya adalah sebuah kalung, cincin, dan gelang emas. “Wah milik siapa ini?” tanyanya dalam hati. Adam membolak balik cincin dan kalung yang berada di kardus. Ia makin terkejut ketika ia melihat ada kartu kredit didalamnya. “Loh.....ini kan milik pak Johan. Kasihan pak Johan pasti dia habis di rampok.” Gumamnya dalam hati.
Begitu Adam tahu bahwa perhiasan itu milik pak Johan maka ia langsung pergi ke rumah pak Johan dan menceritakan apa yang telah ia alami tadi, begitu pak Johan mendengar perkataan Adam, dan pak Johan langsung mengucapkan terimakasih kepada Adam. Ia sangat bersyukur karena ternyata perhiasannya telah di temukan oleh orang yang jujur seperti Adam.
Sebagai ucapan terimakasih, pak Johan memberikan Adam sebuah amplop yang cukup tebal, tadinya Adam ingin menolaknya tetapi karena ia dipaksa oleh Pak Johan maka Adam menerimanya “tidak usah pak saya ikhlas menolong bapak dan keluarga, tetapi bila bapak memaksa maka akan saya terima”. Kata Adim. Setelah Adam menerima amplop itu ia langsung pamit pulang karena ia harus buru-buru pergi ke sekolah. “pak saya tidak bisa lama-lama karena saya harus ke sekolah”. Kata Adam, “iya, selahkan sekali lagi terimakasih ya nak Adam”. Adam pun langsung buru-buru pulang untuk siap-siap ke sekolah.
Ketika Adam pulang sekolah, karena ia sangat penasaran dengan isi amplop itu lalu ia mengambil amplop itu yang berada di lemarinya. “Kira-kira apa ya isinya?”  gumamnya di dalam hati. Dengan perlahan ia membuka amplop itu dan betapa ia terkejut bahwa isinya adalah sejumlah uang, amplop kecil dan sepucuk surat. “wah uangnya banyak sekali. Lalu ini apa?”katanya sambil mengambil surat dan amplop kecil itu, di dalam surat itu tertulis bahwa Pak Johan sangat berterimakasih dan di dalam surat itu tertulis juga bahwa biaya sekolahnya akan di bayar oleh pak Johan sampai ia menginjak kuliah dan juga tertulis  bahwa isi di dalam amplop kecil itu adalah benda yang sangat kamu impikan dari dulu. Bagitu Adam membaca surat itu di berfikir sejenak apa isi amplop itu, “apa ya isinya,” katanya benda yang aku inginkan tapi apa?, Apakah kedua orang tua ku?, tidak munkin kan orang tuaku sudah meninggal?, lalu apa ya,? ah dari pada penasaran mendingan aku buka saya kali ya,” ucapnya. Dengan hati-hati Adam pun membuka amplop kecil itu dan mengambil benda yang ada di dalam amplop itu dan betapa terkejutnya ia bahwa yang di berikan oleh pak Johan adalah tiket  nonton konser EXO di Jakarta. Ketika Adam menerimanya ia pun langsung terkejut dan tidak percaya apa yang sudah ia dapat, karena ia penasaran maka ia pergi ke rumah pak Johan untuk bertanya dan mengucapkan terimakasih.




Tamat.   

Kamis, 16 Februari 2017

Tips membuat cerpen

Tips membuat cerpen

Cara membuat cerpen

     Yang perlu dilakukan untuk membuat cerpen yaitu:
    1.   Menentukan tema yang menarik
    2.  Dimulai dengan menentukan jalan cerita
    3.  Menentukan nama tokoh
    4.  Menentukan permasalahan
    5.  Menentukan penyelesaian
    6.  Menentukan ending cerita


Itu tadi cara membuat cerpen tetapi menurut saya untuk lebih mudah dan sederhana buatlah cerpen dengan cerita yang simpel, menarik dan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang.
Burung Cendrawasih & Burung Merak

       Di hutan hidup dua burung yang saling bersahabat yaitu cendrawasih dan merak, pada suatu hari merak mendapat masalah yaitu mencari bunga merah.  
Cendrawasih: (sambil menghampiri merak) "heii... merak kenapa kau terlihat murung?"
merak: "tidak aku hanya disuruh untuk mencari bunga merah muda.'
cendrawasih: "itu sih gampang, kamu tinggal pergi ke hutan dan mencari bunga itu, lalu pulang"
merak: "gampang sih tapi sepertinya aku sendirian"
cendrawasih: "kok hawanya kurang enak"
merak:  "jadi gimana, kamu mau nemenin aku masuk hutan yang gelap itu?
cendrawasih: "iya aku temenin"

        Mereka berjalan masuk kedalam hutan dan pada sebuah taman ketika  mereka ingin mengambil bunga merah itu, tetapi karena saking senangnya si burung cendrawasih jatuh ke dalam lubang yang dibuat oleh pemburu dan sayap kanan cendrawasih patah jadi tidak bisa terbang, sedangkan burung merak kebingungan harus berbuat apa. cendrawasih:" Merak cepat tolong aku (dengan suara kesakitan)". Merak:"(sampil berpikir) iya aku sedang berpikir ini, ah cendrawasih sebentar ya aku akan segera kembali (terbang). cendrawasih:"eh, kau mau kemana?".

       Merak terbang untuk mencari bantuan kepada hewan lain dan tidak lama merak menjumpai 2 burung merpati dan mengajaknya membantu burung cendrawasih, tetapi burung merpati tidak ingin membantu dengan gratis lalu burung merpati ingin burung merak membersihkan rumah dan mencarikan makan burung merpati, dengan cepat burung merak menjawab "iya saya setuju", lalu mereka pergi kedalam lubang untuk membantu burung cendrawasih.

        burung merpati berhasil menyelamatkan burung cendawasih lalu burung itu meminta janji kepada burung merak, burung merak itu berkata kepada merpati" iya saya akan melaksanakannya tetapi setelah saya mengantar teman saya kerumah dulu" lalu merak menjawab "iya kami tunggu di rumah".Setelah sampai di rumah cendrawasih burung merak berpamitan untuk pergi ke rumah merpati tetapi burung cendrawasih bertanya kepada burung merang apa yang terjadi lalu burung merak menceritakan semua kepada cendrawasih dan seketika mendengar cerita merak cendrawasih terus meminta maaf dan berterimakasih kepada merak.  

Rabu, 15 Februari 2017

seorang petani dan nelayanng

seorang petani dan nelayan

Pada sebuah desa yang kecil dan indah tinggallah seorang petani dan seorang nelayan di sebuah rumah yang kecil.

pada suatu hari  sang petani merasa jenuh dengan pekerjaannya yang hanya menanam dan membajak sawah maka petani itu ingin bertukar pekerjaan dengan sang nelayan.
kata petani: "hei nelayan saudaraku apakah kau tidak bosan dengan pekerjaanmu?" tanya petani kepada nelayan, nelayan pun menjawab "saya merasa senang dengan pekerjaan ini, memangnya kenapa?" tanya nelayan, dengan nada memujuk petani menjawab   "tidak, aku hanya ingin bertukar posisi sebentar, hanya hari ini saja".

dengan berat hati nelayan menyetujui permintaan petani dan melaksanakan pekerjaan mereka.

hari 1 Petani menjadi Nelayan
       
          Dengan semangat petani mempersiapkan alat-alat melaut dan makanan.
Petani: "apa yang harus kubawa ya?, oh mungkin jaring, pisau, palu, gayung, makanan, sayuran                       kompor, sendok, garpu, piring, kurasa sudah cukup,"

Dengan terburu-buru petani bersiap untuk melaut dengan menaiki kapalnya berkali-kali petani itu melempar dan menaikkan jaringnya tetapi tidak ada hasilnya, tidak beberapa lama nelayan lain menertawakannya dan menayakan "apakah kau tidak memberi umpan?" dengan binggung petani menjawab "memangnya umpan itu apa?"

hari 1 Nelayan menjadi Petani

          Pagi-pagi sekali nelayan itu pergi untuk membajak sawah dan menanam bibit padi
Nelayan: "bagaimana ini bagaimana aku mengendalikan kerbau ini?" bertanya kepada diri sendiri

dengan susah payah nelayan itu membajak sawah dan mengendalikan kerbau itu dan menanam padi, saat nelayan itu menanam padi dia merasakan ada yang mengganjal di kakinya seperti ada yang melintas dengan cepat nelayan itu mengambil benda apa itu.
Nelayan : "apa ini, aaa!!!! ular," (lalu lari ke rumah)

Lalu nelayan itu ditertawai dan dimakai oleh petani lain, karena tadi yang di pegang bukan ular tetapi belut.

            Semenjak hari itu Nelayan dan petani itu tidak pernah berganti posisi.